PONOROGO - Sekitar 7 ribu pemudik diperkirakan akan memadati puncak arus mudik di Kabupaten Ponorogo pada Rabu (18/3/2026). Kedatangan pemudik didominasi dari berbagai kota besar, seperti Surabaya, Madiun, hingga Malang.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada sore hingga malam hari. Terminal Tipe A Seloaji menjadi salah satu titik utama kedatangan pemudik dari berbagai daerah.
Hingga siang hari, tercatat sekitar 3.950 penumpang telah tiba di terminal tersebut. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 6.000 sampai 7.000 pemudik pada malam hari.
Kepala Terminal Tipe A Seloaji, Dandy Priasurendra, menyebut lonjakan penumpang didominasi oleh angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), khususnya dari Surabaya, Madiun, dan Pacitan.
Baca Juga : Budidaya Ayam Sengkuni di Lahan Sempit, Hasilkan Omzet Rp30 Juta per Bulan
“Lonjakan penumpang sudah terlihat sejak pagi, dan diperkirakan mencapai puncaknya nanti sore hingga malam. Mayoritas berasal dari rute dalam provinsi,” ujar Dandy.
Selain peningkatan jumlah penumpang, keterlambatan juga terjadi pada sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Bus dari arah Bali, misalnya, mengalami keterlambatan hingga tiga jam akibat kendala di penyeberangan.
Sementara itu, arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 29 Maret 2026, dengan titik keberangkatan dari Terminal Seloaji dan kawasan alun-alun Ponorogo.
Baca Juga : Opd Ponorogo Panen 46 Kritik, Percepatan Perbaikan Jalan Jadi Sorotan
Salah satu pemudik, Devi Febiana, mengaku sempat mengalami kendala saat akan berangkat dari Terminal Purabaya.
“Di Terminal Purabaya tadi cukup sulit dapat bus. Bahkan banyak penumpang yang terpaksa berdiri karena tidak kebagian kursi,” ungkap Devi.
Kondisi ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran, meski harus menghadapi keterbatasan armada serta padatnya jumlah penumpang.
Editor : 96





























Memuat...