PASURUAN - Suasana pengajian Ramadan yang penuh hikmah terasa di Masjid Al-Ikhlas, Dusun Kesemi, Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut hadir dalam program “Blusukan Padhange Ati Ramadhan” yang tayang di JTV pada Sabtu (21/2/2026).
Menghadirkan tausiah dari KH Imam Chambali, pengajian kali ini mengangkat tema sentral “Sifat Iri Dengki Merusak Persaudaraan.” Acara yang dipandu oleh host Tiara ini dihadiri jemaah muslimah serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal.
Lantunan Ayat Suci oleh Qori Muda Berprestasi
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ruli Aufan, qori muda yang telah meraih juara MTQ tingkat kabupaten hingga Jawa Timur. Ruli melantunkan Surah An-Nisa ayat 32.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak sepatutnya iri terhadap kelebihan orang lain. Sebab, setiap individu telah diberikan kelebihan dan rezeki masing-masing oleh Allah SWT.
Iri Dengki: Warisan Sifat Iblis yang Merusak
Dalam tausiahnya, KH Imam Chambali menjelaskan bahwa sifat iri dengki merupakan salah satu penyebab utama rusaknya hubungan antarmanusia. Ia menekankan bahwa Allah telah membagi kelebihan kepada setiap hamba-Nya dengan cara yang berbeda.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Perbedaan Golongan Bukan Alasan untuk Saling Menyalahkan
“Jangan saling iri dengki, karena setiap orang punya kelebihan masing-masing. Kalau sudah iri, persaudaraan bisa rusak,” ujar KH Imam Chambali. Ia mencontohkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki porsi kelebihan yang berbeda dan tidak perlu dibanding-bandingkan.
Lebih lanjut, Kiai Imam menjelaskan bahwa makhluk pertama yang memiliki sifat iri dengki adalah Iblis, yakni saat menolak perintah Allah untuk menghormati Nabi Adam AS. Sifat inilah yang menjadi sumber permusuhan dan kebencian.
“Orang yang iri dengki itu tidak pernah merasa cukup dan sulit bersyukur. Padahal yang rugi sebenarnya adalah dirinya sendiri, bukan orang yang diiri,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa pengidap sifat iri akan selalu hidup dalam kegelisahan.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Jangan Kendurkan Semangat Ibadah di Pertengahan Ramadan
Iri yang Diperbolehkan dalam Islam
Meski secara umum dilarang, KH Imam Chambali menyebutkan ada bentuk iri yang diperbolehkan dalam Islam (ghibthah), yaitu iri terhadap kebaikan orang lain yang memotivasi diri untuk melakukan hal serupa.
“Kalau iri kepada orang yang rajin ibadah lalu kita ikut semangat ibadah, itu boleh. Itu namanya iri dalam kebaikan,” katanya. Contoh lainnya adalah iri kepada orang kaya yang dermawan sehingga memicu keinginan untuk rajin bersedekah.
Baca Juga : KH Imam Chambali di Gresik: Menjaga Lisan dan Hati sebagai Kunci Mencegah Kerusakan
Pentingnya Rasa Syukur
Menutup tausiahnya, KH Imam Chambali mengingatkan jemaah agar senantiasa menumbuhkan rasa syukur. Dengan bersyukur, seseorang akan lebih mudah menerima keadaan dan tidak silau terhadap nikmat orang lain.
“Hidup ini hanya sekali, jangan sampai hati dipenuhi iri dengki. Perbanyak syukur agar hidup lebih tenang,” pesannya.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Ujian Hidup Bukan Hanya Saat Susah, Justru Seringkali Saat Senang
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dengan harapan pengajian tersebut membawa keberkahan dan mempertebal keimanan di bulan suci Ramadan. (Amellia Ciello)
Editor : 39





























Memuat...