Selasa, 23 Desember 2025Surabaya, 28°C
Menu
Selamat Datang!
Masuk / Daftar
Ikuti Kami
PORTALJTV.COM @2022 | All Right Reseverd
Pencarian

Dampak Konflik Timur Tengah bagi Jawa Timur: Dari Ancaman Harga Kedelai hingga Mobilitas Jemaah Umrah

Senin, 9 Maret 2026 13:27
Dampak Konflik Timur Tengah bagi Jawa Timur: Dari Ancaman Harga Kedelai hingga Mobilitas Jemaah Umrah
Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu Ekonomi Jawa Timur hingga Penerbangan Umrah

SURABAYA - Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai memicu kekhawatiran serius di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Dalam program "Sorot" yang tayang di JTV pada Minggu (8/3/2026), dibahas bahwa konflik ini tidak hanya berisiko menimbulkan ketidakstabilan global, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor ekonomi, rantai pasok perdagangan, hingga layanan perjalanan ibadah umrah.

Ancaman terhadap Sektor Pangan dan Ekonomi

Sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi signifikan, Jawa Timur dinilai rentan terhadap gejolak global. Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyoroti dampak domino konflik terhadap biaya produksi industri, terutama bagi produsen tahu dan tempe.

“Indonesia mengimpor hampir 99 persen kedelai dari Amerika. Jika konflik memicu kenaikan harga minyak dunia, maka ongkos distribusi akan membengkak. Dampaknya, harga kedelai naik dan otomatis harga tempe serta tahu di pasar domestik ikut melonjak,” ujar Adik.

Baca Juga :   Piala Walikota Surabaya 2026: Ajang Bergengsi Cetak Atlet Juara dan Wujudkan Surabaya Kota Sport Tourism

Pakar hukum internasional dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Satria Unggul Wicaksana, turut mengingatkan pemerintah daerah agar menyiapkan skenario terburuk. “Pemerintah provinsi harus waspada terhadap kemungkinan kelangkaan energi atau perlambatan ekonomi akibat terganggunya rantai pasok perdagangan internasional,” jelasnya.

Keselamatan Warga dan Jemaah Umrah

Selain ekonomi, pemerintah pusat dan daerah tengah fokus memantau keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyerahkan sepenuhnya penanganan situasi kepada pemerintah pusat. Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk sementara menunda perjalanan ke kawasan konflik.

Baca Juga :   BMKG Prediksi Jawa Timur Diguyur Hujan Merata Sejak Pagi Hari Ini

Terkait mobilitas jemaah, Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur mencatat saat ini terdapat sekitar 9.432 jemaah umrah asal Jawa Timur yang berada di Arab Saudi. Mohammad As’adul Anam dari Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi perubahan jadwal penerbangan akibat eskalasi situasi.

"Kondisi di sini masih relatif aman, hanya saja memang terjadi penundaan penerbangan, terutama bagi jemaah yang transit," ujar Muhammad Ayub Qasim, salah satu jemaah umrah asal Lamongan, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Baca Juga :   Industri Perkapalan Jawa Timur Hadapi Berbagai Tantangan Demi Menjaga Konektivitas Transportasi Laut Nasional

Di sisi lain, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memastikan bahwa mahasiswa Indonesia di Iran saat ini berada dalam pengawasan dan fasilitasi Kementerian Luar Negeri. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi terkini dan meminta seluruh mahasiswa untuk tetap tenang.

Dengan situasi yang masih dinamis, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di Jawa Timur sangat krusial. Langkah antisipasi baik di sektor ekonomi maupun perlindungan warga negara menjadi prioritas utama guna meminimalisir dampak negatif dari konflik yang terjadi ribuan kilometer dari tanah air tersebut. (Amellia Ciello)

Baca Juga :   Musrenbang RKPD 2027 Jatim, Khofifah Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

Editor : 39


Komentar (0)

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Memuat...





BERITA LAIN


Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.