Selasa, 23 Desember 2025Surabaya, 28°C
Menu
Selamat Datang!
Masuk / Daftar
Ikuti Kami
PORTALJTV.COM @2022 | All Right Reseverd
Pencarian

Gus Ipul Turun ke Trenggalek, Soroti 45 Persen Bansos Belum Tepat Sasaran

Oleh : JTV Kediri
Senin, 30 Maret 2026 09:21
Gus Ipul Turun ke Trenggalek, Soroti 45 Persen Bansos Belum Tepat Sasaran
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf didampingi Bupati Trenggalek Mas Ipin. (Foto : Moch. Herlambang)

TRENGGALEK - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mendorong percepatan pemutakhiran data sosial saat kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

Kunjungan Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu dipusatkan di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Ia bertemu langsung dengan jajaran pemerintah daerah, mulai dari bupati, OPD, kepala desa, operator data, hingga unsur Forkopimda dan DPRD.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi dinilai menjadi kunci utama dalam memperbarui dan menyelaraskan data sosial yang selama ini masih kerap bermasalah.

“Semua pihak harus bergerak bersama, dari tingkat desa sampai kabupaten, agar pemutakhiran data berjalan terkoordinasi,” ujarnya.

Baca Juga :   Gus Ipul Turun ke Trenggalek, Soroti 45 Persen Bansos Belum Tepat Sasaran

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkab Trenggalek yang dinilai serius menjaga akurasi data. Meski begitu, penyelarasan antara data pusat, provinsi, dan daerah masih perlu terus diperkuat.

Pemerintah pusat sendiri telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menetapkan Badan Pusat Statistik sebagai satu-satunya pengelola data. Sementara kementerian dan lembaga lainnya berperan dalam proses pemutakhiran.

Menurut Gus Ipul, data sosial bersifat dinamis sehingga harus diperbarui secara berkala melalui mekanisme berjenjang, mulai dari RT, RW, desa, hingga pemerintah daerah.

Baca Juga :   Pemkab Trenggalek Perkuat Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Hutan Kota

Ia mengungkapkan, saat ini masih terdapat ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan sosial. Bahkan, sekitar 45 persen bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako disebut belum tepat sasaran.

“Kondisi ini harus segera diperbaiki dengan data yang lebih akurat dan partisipasi aktif masyarakat,” tegasnya.

Dengan pembaruan data yang lebih valid, pemerintah berharap penyaluran bansos ke depan bisa lebih efektif, tepat sasaran, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. (Moch. Herlambang)

Editor : 95


Komentar (0)

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Memuat...





BERITA LAIN


Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.