KOTA MALANG - Suasana haru dan bahagia menyelimuti Aula Masjid Jami' Al-Umm Malang Ahad pagi (1/6/2025). Sebanyak 47 santri (17 putra dan 30 putri) resmi dikukuhkan sebagai lulusan MA/Pesantren Al-Umm dalam Haflut Takhrij Ke-5. Acara tahunan kali ini mengusung tema besar "Generasi Qur'ani: Cerdas, Mandiri, dan Berakhlakul Karimah untuk Indonesia Emas 2045".
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Al-Umm, Ustad Abdul Wahid, S.Pd., M.Si menegaskan bahwa momen kelulusan ini adalah gerbang menuju tantangan yang lebih besar.

"Kalian sebagai Generasi Z yang akan mendominasi 60% populasi Indonesia di tahun 2045 harus mempersiapkan diri dengan ilmu, adab, dan semangat kompetisi yang sehat," tegasnya.
Ada tiga pilar utama yang menjadi bekal bagi lulusan MA Al-Umm: Pemahaman agama yang mendalam, sebagai pondasi kehidupan. Wawasan global, agar lulusan mampu bersaing di era digital dan Jiwa patriotisme untuk membangun negeri.
"Madrasah kita tidak hanya mencetak penghafal Quran, tapi juga calon pemimpin di berbagai bidang. Jadilah dokter yang faqih, pengusaha yang jujur, birokrat yang amanah, dan teknokrat yang berakhlak," tambah Ustad Abdul Wahid.

Pada kesempatan ini, pengasuh pondok pesantren Al-Umm, Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag menjelaskan tentang Kebutuhan Guru Agama dan menyoroti pentingnya peran lulusan pesantren dalam mengisi kekurangan guru agama di Indonesia. Data Kemenag menunjukkan, rasio guru agama terhadap siswa saat ini masih 1:150, jauh dari ideal 1:20.
"Kota Malang saja masih membutuhkan 300 guru agama baru setiap tahunnya. Ini peluang besar bagi lulusan Al-Umm," ungkapnya.
Namun beliau juga menekankan, "Menjadi guru agama bukan satu-satunya pilihan. Berdakwahlah melalui berbagai profesi. Jadilah dai yang menguasai teknologi, entrepreneur yang paham syariah, atau politisi yang berintegritas."

Puncak acara menjadi semakin khidmat dengan penyerahan berbagai penghargaan prestasi:
1. Penghargaan Tahfidz Qur'an:
- Terbaik 1 Putra: Zaydan syahlevi (hafal 13 juz dengan predikat mumtaz)
- Terbaik 1 Putri: Nanda Zhafira (hafal 23 juz dengan predikat mumtaz)
2. Penggunaan Bahasa Arab Teraktif:
- Terbaik 1 Putra: Zaydan syahlevi
- Terbaik 1 Putri: Raiqa Anhar Ahlamy
3. Karya Tulis Terbaik :
- Terbaik 1 Putra: Rafi Otta Fadlurrahman (judul :"Studi komparatif peristiwa G30S/PKI versi TNI angkatan darat dan versi Cornell modern Indonesia project)
- Terbaik 1 Putri: Erya Rahmatullah Az Zahra (Judul : Analisis faktor penyebab hubungan Utsmani dan kesultanan Aceh Darussalam)
4. Prestasi Akademik Madrasah:
- Tertinggi 1 Putra: Zaydan Syahlevi (nilai rata-rata 91,59)
- Tertinggi 1 Putri: Erya Rahmatullah Az Zahra (nilai rata-rata 94,71)
5. Prestasi Akademik Pesantren :
- Terbaik 1 Putra: Zaydan Syahlevi (nilai rata-rata 92,62)
- Terbaik 1 Putri: Erya Rahmatullah Az Zahra (nilai rata-rata 93,38)
6. Lulusan Teladan:
- Putra: Zaydan Syahlevi
- Putri: Najwa Alya Asida

"Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kami atas jerih payah mereka selama 6 semester. Tapi ingat, ini bukan akhir perjalanan," pesan Ustad Abdul Wahid saat menyerahkan piagam penghargaan.
Kepada lulusan, Ustad Abdul Wahid berpesan "Jadilah generasi yang seperti lebah. Di mana pun kalian hinggap, tak ada ranting yang patah, hanya madu kemanfaatan yang ditinggalkan. Jaga nama baik almamater, dan teruslah belajar sepanjang hayat." (am)
Editor : 90



















Memuat...