Selasa, 23 Desember 2025Surabaya, 28°C
Menu
Selamat Datang!
Masuk / Daftar
Ikuti Kami
PORTALJTV.COM @2022 | All Right Reseverd
Pencarian

Harga Bahan Pokok di Jatim Meroket Menjelang Ramadan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu

Sabtu, 28 Februari 2026 17:30
Harga Bahan Pokok di Jatim Meroket Menjelang Ramadan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu
Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu per Kg, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di 110 Titik

SURABAYA - Kenaikan harga bahan pokok kembali menjadi keluhan masyarakat setiap memasuki bulan Ramadan. Fenomena tahunan ini menjadi bahasan utama dalam program “Gak Cumak Cangkruk'an” yang tayang di JTV, Jumat (27/2/2026). Sejumlah narasumber menyoroti sulitnya menekan laju kenaikan harga sembako yang konsisten terjadi menjelang bulan suci.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga beras premium mengalami kenaikan dari Rp75.000 menjadi Rp80.000 untuk kemasan 5 kilogram. Kondisi ini memaksa pedagang menyesuaikan harga jual akibat lonjakan harga dari tingkat distributor.

Seorang pedagang di Pasar Kota Gresik mengaku hampir seluruh komoditas pangan mengalami kenaikan yang memicu keluhan konsumen. “Ya, harga naik semua. Biasanya kalau menjelang puasa dan Idulfitri memang begitu, tapi harapannya kalau bisa harganya tetap standar saja,” ujarnya.

Cabai Rawit Jadi Komoditas Paling Fluktuatif

Baca Juga :   Piala Walikota Surabaya 2026: Ajang Bergengsi Cetak Atlet Juara dan Wujudkan Surabaya Kota Sport Tourism

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur melalui pantauan di 120 titik pasar melaporkan adanya kenaikan signifikan pada beberapa komoditas hortikultura. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Yudi Ariyanto, menyebut cabai rawit mengalami kenaikan paling tinggi.

“Harga cabai rawit saat ini rata-rata mencapai Rp87.000 per kilogram di Jawa Timur. Bahkan di beberapa pasar tertentu, harganya menembus angka Rp120.000 per kilogram,” ungkap Yudi.

Selain cabai, harga daging ayam ras kini mencapai Rp42.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di kisaran Rp29.000 per kilogram. Lonjakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta faktor cuaca yang mengganggu produktivitas petani.

Baca Juga :   BMKG Prediksi Jawa Timur Diguyur Hujan Merata Sejak Pagi Hari Ini

Faktor Cuaca dan Efek Psikologis Pasar

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa komoditas seperti cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur merupakan penyumbang utama inflasi menjelang Ramadan.

“Memasuki Ramadan, kebutuhan masyarakat meningkat. Di sisi lain, musim hujan mengganggu produksi komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah, sehingga pasokan berkurang,” jelas Herum.

Baca Juga :   Industri Perkapalan Jawa Timur Hadapi Berbagai Tantangan Demi Menjaga Konektivitas Transportasi Laut Nasional

Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Imron Mawardi, menilai fenomena ini bersifat siklik. “Walaupun frekuensi makan berkurang, total konsumsi masyarakat justru meningkat selama Ramadan karena kecenderungan membeli menu yang lebih beragam,” tuturnya.

Intervensi Pemerintah Melalui Pasar Murah

Guna menstabilkan harga, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di lebih dari 110 titik sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, 29 kegiatan pasar murah telah dilaksanakan di 16 kabupaten/kota.

Baca Juga :   Musrenbang RKPD 2027 Jatim, Khofifah Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

Pasar murah ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambah Yudi Ariyanto.

Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang dapat memicu kelangkaan stok. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar hingga Hari Raya Idulfitri mendatang. (Amellia Ciello)

Editor : 39


Komentar (0)

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Memuat...





BERITA LAIN


Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.