Selasa, 23 Desember 2025Surabaya, 28°C
Menu
Selamat Datang!
Masuk / Daftar
Ikuti Kami
PORTALJTV.COM @2022 | All Right Reseverd
Pencarian

Jejak Infrastruktur Kolonial di Malang, Jembatan Talang Bululawang Masih Berfungsi Hingga Kini

Oleh : JTV Malang
Minggu, 8 Februari 2026 05:48
Jejak Infrastruktur Kolonial di Malang, Jembatan Talang Bululawang Masih Berfungsi Hingga Kini
Bukan sekadar jembatan, inilah talang air peninggalan Belanda di Bululawang yang menjadi urat nadi irigasi sawah sejak lebih dari 100 tahun lalu.

KABUPATEN MALANG - Wilayah Malang ini menyimpan banyak peninggalan masa kolonial Belanda. Bukan hanya bangunan pemerintahan atau taman kota, tetapi juga infrastruktur penunjang ekonomi seperti jalur rel, saluran air, dan jembatan yang dibangun untuk mendukung aktivitas perkebunan. Pada masa Hindia Belanda, kawasan Malang menjadi salah satu pusat produksi komoditas unggulan seperti tebu, kopi, karet, dan teh.

Salah satu saksi bisu sejarah tersebut adalah Jembatan Talang Bululawang atau yang dalam catatan kolonial dikenal sebagai Waterbrug te Boeloelawang. Bangunan ini berada di perbatasan Desa Bululawang dan Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Lokasinya tidak jauh dari pusat aktivitas warga, sekitar 500 meter dari Pasar Bululawang dan sekitar 3 kilometer di sebelah utara Pabrik Gula Krebet Baru.

Berbeda dengan jembatan pada umumnya, Jembatan Talang Bululawang memiliki fungsi utama sebagai saluran pengalihan air irigasi yang melintasi Kali Mantenimiento. Warga setempat lebih akrab menyebutnya sebagai selokan besar, sehingga nama “Jembatan Talang” pun melekat hingga sekarang. Infrastruktur ini dibangun sekitar tahun 1904–1905 oleh Pemerintah Hindia Belanda, menyusul pembangunan jembatan serupa di wilayah Kepanjen.

Keberadaan jembatan talang ini merupakan bagian dari pengembangan sistem irigasi Kedungkandang yang kala itu menjadi tulang punggung pertanian di wilayah Malang. Sistem irigasi tersebut mengairi ribuan hektare lahan sawah dengan pasokan air utama dari Bendungan Kedungkandang di Polehan serta suplai tambahan dari Bendungan Tangkil di wilayah Bululawang.

Hingga kini, aliran air yang melintas di bawah jembatan masih dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Selain untuk mengairi sawah, sungai buatan tersebut kerap digunakan warga untuk mandi atau membersihkan diri, terutama oleh anak-anak sepulang sekolah. Di sisi kiri dan kanan saluran air terdapat jalan sempit yang hanya cukup dilalui satu orang, meski terkadang juga dimanfaatkan warga untuk bersepeda.

Meski memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri, Jembatan Talang Bululawang sejauh ini belum dikembangkan sebagai destinasi wisata oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Padahal, bangunan ini berpotensi menjadi wisata edukasi sejarah sekaligus irigasi, yang memperlihatkan bagaimana infrastruktur kolonial masih berfungsi dan menyatu dengan kehidupan masyarakat hingga saat ini. (Prakerin-Zulfa)

Editor : 90


Komentar (0)

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Memuat...





BERITA LAIN


Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.