Selasa, 23 Desember 2025Surabaya, 28°C
Menu
Selamat Datang!
Masuk / Daftar
Ikuti Kami
PORTALJTV.COM @2022 | All Right Reseverd
Pencarian

Mengapa Semangka Selalu Identik Dengan Cuaca Panas

Kamis, 8 Januari 2026 14:59
Mengapa Semangka Selalu Identik Dengan Cuaca Panas
ilustrasi buah semangka. from : pinterest

SURABAYA - Saat cuaca sedang panas dan terik, banyak orang langsung terpikir tentang buah Semangka tanpa berpikir panjang. Entah itu dijual di sepanjang jalan, disajikan dingin dirumah, atau hadir dalam berbagai acara, seperti acara formal, acara keluarga dan acara lainnya. Semangka seolah olah menjadi buah simbolik pada musim panas. Tapi pernahkah anda berpikir, mengapa harus semangka? Mengapa tidak buah lainnya?

Semangka yang identik dengan cuaca panas tentunya berkaitan dengan tempat dimana buah ini lahir, yakni Afrika. Semangka (Citrullus Lanalus) tumbuh subur di di iklim yang panas dan kering, terutama pada musim kemarau. Meski begitu, kandungan air didalamnya sangat tinggi.

Semangka mengandung lebih dari 90% kadar air didalamnya. Kandungan air ini sangat efektif untuk membantu tubuh merasa lebih segar. Ketika cuaca panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat. Mengonsumsi buah dengan kadar air tinggi dapat membantu menggantikan cairan tersebut dengan cara yang ringan dan alami.

Selain itu, tekstur semangka juga berperan. Daging buahnya lembut, mudah dikunyah, dan tidak membuat mulut terasa “berat”. Berbeda dengan buah yang terlalu asam atau terlalu padat, semangka memberi sensasi dingin dan ringan, terutama jika disajikan dalam kondisi dingin. Sensasi inilah yang kemudian diasosiasikan dengan pelepas dahaga.

Warna semangka juga memiliki pengaruh psikologis. Warna merah cerah sering dikaitkan dengan kesegaran dan rasa manis. Dalam kondisi panas, otak cenderung tertarik pada makanan dan minuman yang terlihat menyegarkan. Tak heran jika semangka terlihat lebih menggoda dibanding buah lain saat cuaca terik.

Faktor budaya juga turut memperkuat citra semangka sebagai buah musim panas. Di banyak daerah, semangka mudah ditemukan saat musim kemarau. Penjual buah musiman, tradisi menyajikan buah dingin saat berkumpul, hingga kebiasaan menyimpan semangka di kulkas membuat asosiasi ini semakin kuat dari waktu ke waktu.

Menariknya, rasa manis semangka tergolong ringan. Kandungan gulanya tidak setinggi yang  dibayangkan, sehingga tidak membuat tubuh terasa cepat lelah setelah mengonsumsinya. Justru, rasa manis yang lembut dan tidak berlebihan ini memberi efek menyenangkan, dan cocok dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak saat cuaca panas.

Tak kalah penting, semangka jarang dikonsumsi dalam porsi kecil. Biasanya dipotong besar dan dimakan bersama-sama. Hal ini menciptakan kesan “buah penyelamat” di tengah panas, baik secara fisik maupun suasana.

Pada akhirnya, semangka identik dengan cuaca panas bukan karena kebetulan. Kandungan air yang tinggi, sensasi segar, tampilan yang menggoda, serta kebiasaan masyarakat membuat semangka secara alami menempati posisi khusus saat matahari terasa menyengat.

Mungkin bukan karena panas membutuhkan semangka, tetapi karena tubuh dan pikiran manusia sudah terbiasa mencari semangka saat panas datang. (Renata)

Editor : 31


Komentar (0)

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Memuat...





BERITA LAIN


Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.