SURABAYA - Memasuki pekan pertama puasa Ramadan 1447, harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Timur terpantau naik dibandingkan sebelum puasa. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 23 Februari 2026 di pasar tradisional, lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah.
Kenaikan tertinggi tercatat pada cabai rawit merah yang melonjak 27,17 persen. Pekan lalu, cabai rawit merah masih Rp 86.500 perkilogram, saat ini menjadi Rp110.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik signifikan 28,3 persen dalam sepekan ke harga Rp43.750 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau meningkat 5,7 persen menjadi Rp51.000 per kilogram. Berbeda dengan jenis lainnya, cabai merah besar justru turun 6,54 persen ke level Rp30.000 per kilogram.
Dibandingkan pekan sebelumnya, harga bumbu dapur juga bergerak naik. Bawang merah ukuran sedang tercatat naik 11,25 persen menjadi Rp44.500 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang turun 5,81 persen ke harga Rp30.000 per kilogram.
Pada kelompok beras, mayoritas mengalami kenaikan. Beras kualitas medium I naik 8,1 persen menjadi Rp15.350 per kilogram dan medium II naik 5,76 persen ke Rp14.700 per kilogram. Beras kualitas super I meningkat 3,56 persen menjadi Rp16.000 per kilogram, sedangkan super II naik tipis 0,65 persen ke Rp15.500 per kilogram. Untuk beras kualitas bawah I naik 3,57 persen menjadi Rp14.500 per kilogram, sementara bawah II relatif stabil dengan koreksi tipis 0,37 persen ke Rp13.500 per kilogram.
Baca Juga : Mayoritas Harga Pangan di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun Awal Pekan Ini
Di sektor protein hewani, telur ayam ras segar naik 3,33 persen dalam sepekan menjadi Rp31.000 per kilogram. Namun, daging ayam ras segar turun tipis 0,62 persen ke Rp40.000 per kilogram. Harga daging sapi kualitas I turun 4,56 persen menjadi Rp122.500 per kilogram dan kualitas II turun 1,45 persen ke Rp112.500 per kilogram.
Pada komoditas gula dan minyak goreng, pergerakan harga cenderung bervariasi. Dalam sepekan terakhir, Gula pasir kualitas premium naik 4,68 persen menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara gula pasir lokal turun 0,89 persen ke Rp16.750 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 5,26 persen menjadi Rp22.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II turun 4,88 persen ke Rp19.500 per liter. Minyak goreng curah naik tipis 0,26 persen menjadi Rp19.500 per liter.
Kenaikan harga pada pekan pertama puasa ini mencerminkan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok, khususnya komoditas hortikultura dan bahan pangan utama. Untuk menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli warga, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengintensifkan operasi pasar serta menggelar pasar murah di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan tekanan inflasi selama Ramadan. (*)
Baca Juga : Pekan Kedua Usai Idulfitri, Harga Cabai Rawit di Jatim Kembali Melonjak
Editor : 36





























Memuat...