Selasa, 23 Desember 2025Surabaya, 28°C
Menu
Selamat Datang!
Masuk / Daftar
Ikuti Kami
PORTALJTV.COM @2022 | All Right Reseverd
Pencarian

Peluang Emas Poros Maritim: Lulusan Teknik Sistem Perkapalan ITS Miliki Masa Tunggu Kerja Kurang dari 6 Bulan

Kamis, 5 Februari 2026 14:55
Peluang Emas Poros Maritim: Lulusan Teknik Sistem Perkapalan ITS Miliki Masa Tunggu Kerja Kurang dari 6 Bulan
Kuasai Sistem Perkapalan, Lulusan Diburu Industri Maritim Nasional dan Global

SURABAYA - Program “Ruang Karir” JTV edisi Rabu (4/2/2026) mengupas tuntas peluang kerja di bidang Teknik Sistem Perkapalan. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan tenaga ahli di sektor strategis ini, di mana lulusannya tercatat memiliki masa tunggu kerja rata-rata kurang dari enam bulan.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Surabaya, Indra Ranu Kusuma, menjelaskan perbedaan mendasar antara Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan. Jika Teknik Perkapalan berfokus pada struktur atau bodi kapal, Teknik Sistem Perkapalan menitikberatkan pada operasional mekanis agar kapal berfungsi optimal dan aman.

“Kami fokus pada sistem penggerak kapal, permesinan, kelistrikan, hingga sistem pendukung seperti bahan bakar, pendingin, dan pembangkit listrik di atas kapal,” jelas Indra.

Ia menambahkan bahwa Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS memiliki jenjang pendidikan lengkap, mulai dari sarjana, magister, hingga doktoral. Tersedia pula program double degree bekerja sama dengan Wismar University, Jerman, yang memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar internasional sekaligus.

Prospek Kerja Luas: Dari Galangan Hingga Riset Teknologi

Alumni Teknik Sistem Perkapalan ITS yang kini menjabat sebagai Manajer Laboratorium Hidrodinamika BRIN, Fariz Maulana Noor, menuturkan bahwa ruang lingkup kerja lulusan ini sangat luas. Lapangan kerja tidak hanya terbatas pada galangan kapal, tetapi juga merambah lembaga riset, perbankan (analis kredit maritim), asuransi, regulator, hingga industri teknologi maritim.

“Hampir semua kapal baru di Indonesia, termasuk kapal TNI AL, ASDP, dan PELNI, melalui proses pengujian di laboratorium hidrodinamika sebelum mulai dibangun,” ungkap Fariz. Meski tantangannya tinggi karena menyangkut keselamatan dan presisi, ia menilai hal itu sebanding dengan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Tidak Selalu Bekerja di Laut

Indra menekankan bahwa lulusan sistem perkapalan tidak melulu harus bekerja di tengah laut. Banyak alumni yang berkarier sebagai:

  • Desainer Kapal: Merancang sistem permesinan.
  • Marine Surveyor & Appraiser: Melakukan inspeksi dan penilaian teknis kapal.
  • Peneliti & Regulator: Mengembangkan kebijakan kemaritiman.
  • Wirausahawan: Membangun startup maritim ramah lingkungan.

“Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan berada di jalur perdagangan dunia. Transportasi laut akan selalu dibutuhkan, dan itu adalah peluang besar bagi generasi muda,” tegas Indra.

Melalui tayangan ini, JTV berkomitmen memberikan informasi inspiratif bagi generasi Z untuk mengenal sektor kerja potensial yang strategis bagi masa depan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (Amellia Ciello)

Editor : 39


Komentar (0)

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Memuat...





BERITA LAIN


Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.