SIDOARJO - Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memperkuat kemandirian fiskal. Melalui berbagai inovasi, Pemkab Sidoarjo terus mendorong peningkatan penerimaan daerah, mulai dari digitalisasi pajak hingga penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Topik tersebut dibahas secara mendalam dalam program “Jatim Joss - Obrolan Spesial Seputar Jawa Timur” yang tayang di JTV pada Senin (23/2/2026).
Pajak Daerah Jadi Tulang Punggung PAD
Melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, pemerintah daerah melakukan digitalisasi sistem perpajakan melalui platform e-pajak serta pemasangan alat perekam transaksi pada sektor hotel dan restoran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan transparansi pendapatan secara real time.
Baca Juga : Infone Warga: Normalisasi Sungai hingga Maraknya Kasus Sampah dan Kriminalitas di Jatim
Sekretaris BPPD Kabupaten Sidoarjo, Abu Dardak, mengungkapkan bahwa sektor pajak merupakan penyumbang terbesar dalam struktur PAD. Pada tahun 2026, target penerimaan pajak daerah diproyeksikan mencapai Rp1,7 triliun.
“Target dari sektor pajak sekitar Rp1,7 triliun dengan kontribusi terhadap PAD mencapai 65 persen. Sektor ini sangat signifikan dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” ujar Dardak.
Kepala Bidang Pajak Daerah III BPPD Sidoarjo, Supriyanto, menambahkan bahwa tren penerimaan terus meningkat pascapandemi COVID-19. Jika pada 2021 penerimaan berada di angka Rp1 triliun, angka tersebut melonjak hingga Rp1,4 triliun pada 2024. Lonjakan signifikan pada 2025 dipengaruhi oleh kebijakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 terkait opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB.
Baca Juga : Jalan Berlubang Renggut Nyawa, Penyelenggara Jalan Bisa Dipidana
Investasi Melampaui Target
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Bambang Pujianto, mengapresiasi iklim investasi di Sidoarjo. Pada 2025, nilai investasi mencapai Rp18,8 triliun, jauh melampaui target awal sebesar Rp12 triliun.
“Realisasi investasi yang bagus ini tentu berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sektor pajak daerah,” kata Bambang.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Menikah Tak Perlu Menunggu Kaya, Allah yang Bakal Mencukupi Rezekinya
Peran Strategis BUMD Delta Tirta
Selain pajak, kontribusi PAD juga disumbang oleh BUMD, salah satunya Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Dwi Hary Soeryadi, menjelaskan bahwa laba perusahaan terus merangkak naik.
“Pada 2021 laba kami sekitar Rp15 miliar, dan terus meningkat hingga mencapai Rp46 miliar pada 2024. Seiring peningkatan laba, setoran dividen ke pemerintah daerah juga terus meningkat,” jelas Dwi.
Baca Juga : Blusukan Padhange Ati di Sidoarjo: KH Imam Chambali Bedah Tanda-Tanda Kiamat, Dari Hoaks Hingga Amanah
Meski demikian, Perumda Delta Tirta masih menghadapi tantangan dalam memperluas cakupan layanan air bersih yang saat ini baru menjangkau 32 persen masyarakat Sidoarjo. Ke depan, peningkatan layanan akan terus dipacu agar kontribusi terhadap PAD semakin besar. (Amellia Ciello)
Editor : 39





























Memuat...