JEMBER -
Selain curah hujan tinggi yang mengguyur kecamatan tanggul dan semboro. Persoalan klasik berupa sampah rumah tangga kembali menjadi pemicu banjir di wilayah tersebut. Tumpukan sampah memenuhi aliran sungai rowotapen dan membuat air meluap ke permukiman warga.
Beginilah kondisi sungai rowotapen di dusun gadungan, rt 04 rw 15, desa klatakan, tanggul, jember.
Tumpukan sampah didominasi limbah rumah tangga yang sengaja dibuang ke sungai, menyumbat arus air dan membuat sungai tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun deras.
Bahkan, pendangkalan dan penyempitan badan sungai juga memperparah keadaan. Rumput liar dan rumpun bambu yang dibiarkan tumbuh di tepi sungai membuat aliran air semakin sempit dan mudah tersumbat.
Warga akhirnya bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang menggunung di tengah sungai. Membersihkan sampah menjadi pekerjaan rutin setiap kali musim hujan tiba.
Ketua rt 04 dusun gadungan, sunari, menilai kondisi sungai rowotapen sudah lama membutuhkan normalisasi. Selain tanaman liar yang makin meluas, jembatan di hilir sungai juga terlalu rendah sehingga sampah mudah tersangkut di bawahnya ketika air naik.
Camat tanggul, fariqul mashudi, berencana akan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mencari solusi jangka panjang. Termasuk memberi edukasi kepada warga agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah .
Selain penanganan teknis seperti normalisasi sungai, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci utama pencegahan banjir. Kesadaran kolektif diharapkan mampu menekan risiko banjir pada musim hujan berikutnya.
Editor : 94



















Memuat...